Tomomi Ishihara dan Muhammad Luthfi Haiban Credit pic Pudji Santoso
Riverside Golf Club kembali nunjukin kelasnya. Lewat Riverside Club Championship 2025, mereka resmi menutup rangkaian AGI Mid-Amateur Series 2025 di bawah naungan Amateur Golfers Indonesia (AGI). Bukan sekadar turnamen penutup, ajang ini jadi panggung pembuktian mental, teknik, dan konsistensi para mid-amateur terbaik Tanah Air.
Digelar selama dua hari (3–4 Desember 2025), kompetisi Individual Stroke Play ini berlangsung di lapangan par-72 rancangan legenda golf dunia, Greg Norman—pendek tapi tricky, salah sedikit bisa berubah cerita.
Haiban Menang Lawan Cedera, Bukan Lawan Lawan
Di sektor putra, Muhammad Luthfi Haiban tampil sebagai bintang utama. Dengan total skor 4-over 148, ia sukses mengungguli rival-rival terdekatnya di laga yang super ketat.
Putaran final dibuka dengan posisi tiga besar yang masih panas: Haiban berbagi puncak bersama Alit Jiwandana dan Muhammad Ridhwan. Tapi saat tekanan makin tinggi, Haiban justru makin kalem. Ia menutup hari dengan 1-over 73 berkat empat birdie, meski harus “bayar” tiga bogey dan satu double bogey. Alit finis di 75, sementara Ridhwan di 79.
Yang bikin kemenangan ini makin epic? Cedera otot paha dalam yang dialami Haiban sejak hole terakhir putaran sebelumnya.
“Saya bahkan nggak bisa jongkok buat baca break,” ungkap Haiban.
Alih-alih drop, ia justru menemukan ritme putting yang lebih tajam. Momen kunci datang di hole 15—birdie penting yang jadi titik balik kepercayaan diri.
“Dari situ saya tahu putting hari ini beda,” katanya.
Ini jadi gelar kedua Haiban di 2025 setelah sebelumnya menang di Seri 4 AGI Mid-Amateur. Ia juga mengakui performanya makin solid sejak dilatih oleh Rinaldi Adiyandono. Mental aman, teknik dapet, hasil pun ngikut.
Tomomi Ishihara: Konsisten Itu Kunci
Di kelompok wanita, Tomomi Ishihara (Jepang) membuktikan satu hal: konsistensi nggak pernah bohong. Ia sukses mempertahankan gelar Riverside Club Championship yang juga ia raih pada 2024.
Putaran pertama? Tancap gas—satu-satunya yang main di bawah 80. Putaran final memang tanpa birdie, tapi dengan kontrol permainan yang rapi, ia mencatat 75. Total skor 7-over 151 membuatnya unggul 11 stroke dari Park Jieun.
“Menang dua kali di sini rasanya spesial banget,” ujar Ishihara dengan senyum lebar.
Standar tinggi mid-amateur wanita? Check.
Bukan Cuma Juara Umum, Talenta Semua Usia Disorot
Kolaborasi Riverside dengan AGI juga menghadirkan apresiasi lintas usia—karena golf itu soal proses panjang, bukan instan. Berikut para juara divisi:
- Men A (25–29 tahun): Muhammad Ridhwan – Total 154
- Men B (30–37 tahun): Alit Jiwandana
- Men C (38–46 tahun): Subur Christianto – 81–73
- Men D (47 tahun ke atas): Wee Peng Siong – 79–82
Riverside & AGI: Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Event
Menurut Rusminingsih, Marketing Manager Riverside Golf Club, Club Championship adalah cerminan komitmen jangka panjang.
“Kami ingin turnamen yang solid, relevan, dan jadi ruang tumbuh talenta. Menutup AGI Mid-Amateur Series dengan energi positif adalah target kami.”
Bagi Haiban dan para pemain lain, ajang ini punya makna lebih dari sekadar trofi.
“Ini penting buat kami yang mau berkompetisi serius, sesuai aturan dan etika. Bukan cuma fun game, tapi pembuktian,” tegas Haiban.
Ia pun optimistis menatap musim depan—dengan persaingan yang pasti makin ketat.
Riverside Club Championship 2025 sukses jadi klimaks AGI Mid-Amateur Series 8: penuh drama, diuji cedera, dan dimenangkan oleh mental baja. Satu pesan jelas—golf amatir Indonesia sedang tumbuh ke arah yang makin profesional dan berkelanjutan.