Yak, bener dari krisis jadi komunitas golf, kadang, di tengah masalah terbesar, justru lahir sesuatu yang bertahan puluhan tahun. ”Siapa yang nggak kenal Olympic? Perusahaan furnitur yang dikenal sebagai pelopor furnitur knock-down pertama di Indonesia ini didirikan oleh Au Bintoro. Tapi di balik kesuksesannya di dunia bisnis, ternyata ada cerita menarik tentang bagaimana sebuah komunitas golf bisa lahir dari masa-masa paling sulit dalam hidupnya.
Dalam sebuah wawancara santai, Au Bintoro bercerita bahwa semuanya bermula saat krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada akhir 1990-an. Saat bisnis sedang berat, golf jadi pelarian positif kala itu kondisi perusahaan sedang menghadapi tekanan besar. Utang menumpuk, situasi bisnis tidak menentu, dan beban pikiran begitu berat. Alih-alih terus larut dalam stres, Au Bintoro mengambil keputusan yang mungkin terdengar tidak biasa. Ia menyerahkan urusan operasional kepada tim kepercayaannya dan mulai lebih sering menghabiskan waktu di lapangan golf.

“Tiap hari saya main golf,” kenangnya sambil tersenyum, awalnya hanya untuk mengalihkan pikiran.
Namun tanpa disadari, lapangan golf justru menjadi tempat bertemu orang-orang yang memiliki pengalaman dan tantangan hidup yang sama. “Mungkin daripada pusing mikirin ekonomi, ya kita main golf aja.”
Dari obrolan santai bersama delapan orang teman, lahirlah sebuah ide sederhana: membentuk komunitas golf kecil.
Berawal dari 8 orang, tumbuh jadi ratusan member, siapa sangka komunitas yang awalnya hanya berisi delapan orang itu terus berkembang. Delapan orang menjadi dua belas. Dua belas menjadi puluhan. Hingga akhirnya jumlah anggota pernah mencapai sekitar 200 orang.
Komunitas yang kemudian dikenal sebagai Olimpico Club itu bukan sekadar tempat bermain golf. Lebih dari itu, komunitas ini menjadi ruang untuk saling mendukung, berbagi cerita, dan membangun pertemanan.
“Semuanya waktu itu sama-sama lagi susah. Jadi kumpul, ngobrol, cerita masalah masing-masing. Ada kecocokan.” Yang menarik, komunitas ini tetap eksis hingga sekarang, bahkan setelah berjalan hampir dua dekade. Sebuah pencapaian yang tidak mudah untuk sebuah komunitas hobi.
Kenapa Harus Golf?
Pertanyaan ini mungkin juga muncul di benak banyak anak muda saat ini. Golf sering dianggap olahraga yang identik dengan orang tua atau pebisnis. Tapi menurut Au Bintoro, ada alasan yang jauh lebih dalam mengapa ia jatuh cinta pada olahraga ini. Lucunya, saat pertama kali datang ke lapangan golf, ia bahkan belum bisa bermain. “Saya lihat orang banyak bercanda, banyak ketawa.”.



“Ternyata seru juga.”
Dari rasa penasaran itu, ia mulai belajar. Lama-kelamaan, golf bukan hanya menjadi hobi, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang memberikan banyak pelajaran berharga. Golf Bukan Soal Melawan Orang Lain, Bagi Au Bintoro, nilai terbesar dari golf bukanlah soal menang atau kalah.
Menurutnya, golf mengajarkan seseorang untuk menghadapi lawan yang sesungguhnya: diri sendiri.
“Musuh kita yang paling besar itu bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri.”
Di lapangan golf, pemain dituntut untuk sabar, fokus, dan mampu mengendalikan emosi. Ketika pukulan tidak sesuai harapan, yang diuji bukan hanya teknik, tetapi juga mental. Karena itu, golf menjadi olahraga yang unik. Setiap permainan adalah proses belajar mengenali karakter diri sendiri. Karakter Seseorang Bisa Terlihat di Lapangan Golf
Salah satu hal yang paling menarik menurut Au Bintoro adalah bagaimana lapangan golf bisa menjadi tempat untuk membaca karakter seseorang. Saat menghadapi tekanan, kegagalan, atau situasi yang tidak sesuai harapan, sifat asli seseorang biasanya akan muncul.
Apakah ia mudah marah?
Apakah ia tetap tenang?
Apakah ia sportif?
Semua itu bisa terlihat dari cara seseorang bermain. Karena itulah banyak orang menyebut golf bukan sekadar olahraga, melainkan juga latihan pengendalian diri dan pembentukan karakter.
Pesan untuk Anak Muda: Jangan Takut Mencoba
Melihat semakin banyak anak muda yang mulai tertarik bermain golf, Au Bintoro merasa optimistis. Menurutnya, banyak generasi muda yang sebenarnya penasaran dengan golf, tetapi masih merasa olahraga ini terlalu serius atau hanya untuk kalangan tertentu. Padahal kenyataannya tidak demikian. Selain baik untuk kesehatan, golf juga membuka peluang untuk membangun relasi, memperluas pergaulan, dan melatih mental. Yang terpenting, jangan takut mencoba hal baru hanya karena stereotip.
Karena siapa tahu, seperti yang dialami Au Bintoro, sebuah langkah kecil di lapangan golf justru bisa membuka jalan menuju persahabatan, komunitas, dan pengalaman hidup yang bertahan puluhan tahun. Lebih dari Sekadar Olahraga.
Kisah Au Bintoro menunjukkan bahwa komunitas besar tidak selalu lahir dari perencanaan yang rumit. Kadang semuanya berawal dari pertemanan sederhana dan keinginan untuk tetap positif di tengah masa sulit. Dari krisis ekonomi, lahirlah Olimpic Golf Club (OGC). Dari delapan orang teman, tumbuh komunitas yang terus bertahan hingga sekarang. Dan dari sebuah olahraga bernama golf, lahir pelajaran tentang kesabaran, pengendalian diri, serta pentingnya membangun hubungan dengan sesama.
Bagi anak muda, mungkin inilah pesan terbesarnya: jangan pernah meremehkan sebuah hobi. Karena di baliknya bisa saja tersimpan peluang, pertemanan, bahkan perjalanan hidup yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.