Dunia golf amatir Indonesia kembali punya panggung besar. Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) resmi kembali digelar untuk edisi ke-9 dengan nama baru, Medco Amateur Open OJAO 2026. Dalam konferensi pers yang berlangsung di MST Agora Mall pada 18 Juni 2026, para penyelenggara menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda tahunan biasa. OJAO sudah berkembang menjadi salah satu jalur penting untuk melahirkan pegolf Indonesia yang siap bersaing di level dunia.
Turnamen Amatir yang bawa golfer ke Panggung Profesional
Sejak pertama kali digelar pada 2015, OJAO sudah terbukti menjadi tempat lahirnya banyak talenta golf Indonesia. Bukan cuma jadi ajang kumpul para pegolf muda berbakat, turnamen ini juga menjadi batu loncatan menuju karier profesional.
Buktinya? Banyak mantan juara OJAO yang kini sukses berkarier sebagai pegolf profesional. Di sektor putra, ada nama Kevin Caesario Akbar yang menjadi juara pada 2016, lalu Naraajie Emerald Ramadhan Putra yang sukses menjuarai OJAO pada 2017 dan 2021. Selain itu ada Dana, Gabriel Hansel Hari, hingga Amadeus Christian Susanto yang menjadi juara bertahan tahun lalu dan kini sudah berstatus profesional.
Di kategori putri, OJAO juga melahirkan banyak pemain hebat. Mulai dari Ika Woro Palupi, Ida Ayu Melati Indira Putri, hingga Kristina Natalia Yoko yang mencatatkan prestasi luar biasa dengan dua gelar juara pada 2022 dan 2024. Kini mereka menjadi bagian dari wajah baru golf profesional Indonesia.
Ngak Cuman Turnamen, Tapi Tempat Naik Level
Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, H.M. Sirodzudin, menilai turnamen seperti OJAO sangat penting untuk membentuk pengalaman bertanding para pegolf muda.
Menurutnya, para atlet membutuhkan kompetisi dengan level tinggi agar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan dan mampu meningkatkan kualitas permainan mereka.
“Turnamen ini menjadi wadah bagi para pemain amatir Indonesia untuk menambah jam terbang melalui kompetisi berkualitas tinggi. Kami terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru setiap tahun melalui kerja sama antara PGI Jawa Barat dan Olympic Golf Club agar lahir pemain bertaraf internasional,” ujar Sirodzudin.

Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, H.M. Sirodzudin,
Komitmen Pembinaan Tetap Jalan Meski Tantangan Bertambah
Pendiri Olympic Golf Club sekaligus penggagas OJAO, Au Bintoro, mengakui bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat dukungan sponsor mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen. Namun hal tersebut tidak membuat semangat pembinaan atlet muda ikut berkurang.
Menurutnya, tujuan utama OJAO sejak awal memang bukan sekadar menggelar turnamen, melainkan membantu para pegolf junior agar lebih siap menghadapi persaingan internasional.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada pegolf muda Indonesia untuk membangun mental bertanding yang kuat dan memiliki peluang berprestasi di level dunia,” kata Au Bintoro.

Pendiri Olympic Golf Club, Au Bintoro
Siap Digelar di Gunung Geulis
Tahun ini, Medco Amateur Open OJAO 2026 akan berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Gunung Geulis Golf & Country Club.
Pembina Olympic Golf Club, Vicky Tjong, menjelaskan bahwa format pertandingan akan tetap kompetitif. Sebanyak 108 peserta akan memulai pertandingan selama tiga hari. Setelah hari kedua, akan dilakukan cut-off sehingga hanya sekitar separuh pemain terbaik yang berhak melaju ke putaran final.
“Para atlet akan bermain di West Course selama turnamen utama. Sementara pada hari terakhir, kami juga akan mengadakan turnamen charity di East Course,” jelas Vicky.
Format ini membuat setiap pukulan menjadi sangat penting karena para peserta harus tampil konsisten sejak hari pertama jika ingin bertahan hingga final.

Pembina Olympic Golf Club, Vicky Tjong
Hadiahnya Ngak Bukan Cuma Trofi
Yang membuat OJAO semakin menarik adalah kesempatan yang menanti para juaranya. Tahun ini, pemenang turnamen akan mendapat peluang tampil di berbagai kompetisi internasional.
Sirodzudin menjelaskan bahwa para juara akan dikirim untuk mengikuti turnamen luar negeri seperti Malaysia Open serta Medco Pondok Indah Amateur Golf Championship 2026.
Tujuannya jelas: memberi pengalaman bertanding melawan para pegolf terbaik Asia dan membantu mereka naik ke level berikutnya.



Siapa Bintang Baru Berikutnya?
Dengan kehadiran peserta dari sedikitnya 15 provinsi di Indonesia, OJAO 2026 dipastikan kembali menjadi panggung unjuk kemampuan para pegolf amatir terbaik Tanah Air.
Nama-nama seperti Randy Arbenata M. Bintang dan Rayhan Abdul Latief menjadi beberapa pemain muda yang layak dinantikan penampilannya. Siapa tahu, beberapa tahun lagi mereka akan mengikuti jejak para alumni OJAO yang kini sudah bersinar di level profesional.
Satu hal yang pasti, OJAO bukan lagi sekadar turnamen amatir. Ajang ini sudah menjadi tempat lahirnya generasi baru golf Indonesia yang siap membawa Merah Putih bersaing di panggung dunia.