Kalau ada satu kata yang bisa menggambarkan APGC Mid-Amateur Championship 2026 di Gunung Geulis, mungkin jawabannya adalah: sengit.
Selama tiga hari, para pegolf mid-amateur terbaik Asia-Pasifik saling sikut di East Course Gunung Geulis Country Club, Bogor. Leaderboard berubah terus, selisih skor tipis, dan tekanan makin terasa setiap kali pemain melangkah ke tee box. Singkatnya, ini bukan turnamen yang bisa dimenangkan hanya dengan modal pukulan jauh atau permainan rapi. Mental juga ikut diuji habis-habisan.
Di tengah panasnya persaingan itu, satu nama kembali membuktikan kelasnya: Yutaka Toyoshima.
Pegolf asal Jepang tersebut sukses mempertahankan gelarnya dan mencetak back-to-back champion di APGC Mid-Amateur. Sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain mid-amateur paling berbahaya di kawasan Asia-Pasifik saat ini.
Yutaka langsung tancap gas sejak ronde pertama dengan skor fantastis 66 pukulan. Meski sempat sedikit melambat di ronde kedua dengan skor 74, ia kembali menunjukkan kualitasnya saat menutup turnamen lewat skor 67. Total 207 pukulan atau 6-under par cukup untuk mengantarkannya kembali ke podium tertinggi.
Namun kemenangan ini jelas tidak didapat dengan mudah.
Harapan tuan rumah sempat menyala lewat permainan solid Zachary Kristian. Pegolf Indonesia itu tampil konsisten dari awal hingga akhir dengan catatan 70, 72, dan 70 pukulan. Total skor 212 membuat Zachary finis di posisi runner-up sekaligus menjadi salah satu bintang Indonesia sepanjang pekan ini.
Tak jauh di belakangnya ada Luke Evan Moore yang tampil panas di ronde terakhir. Skor 66 yang ia bukukan menjadi salah satu performa terbaik pada hari penentuan dan membawanya finis di posisi ketiga dengan total 213 pukulan.
Tapi kita coba recap dari awal dulu, biar tambah seru :
Rekap Round 1
Sejak hari pertama APGC Mid-Amateur Championship 2026 digelar di Gunung Geulis Country Club, tensi persaingan langsung terasa panas. Lapangan yang terkenal dengan kontur berbukit dan green cepat sukses menguji kemampuan para pegolf terbaik Asia-Pasifik. Nama Yutaka Toyoshima dari Jepang langsung mencuri perhatian setelah tampil impresif dengan skor 66 atau 5-under par untuk memimpin klasemen sementara individu. Dominasi Jepang juga terlihat di kategori beregu, di mana Japan 1 menempati posisi teratas. Namun, mereka belum bisa bernapas lega karena Indonesia 1 terus membayangi dengan total skor yang sama, membuat persaingan menuju ronde berikutnya semakin menarik untuk diikuti.
Di kubu tuan rumah, performa Zachary Kristian dan Alit Jiwandana menjadi modal penting yang menjaga asa Indonesia tetap terbuka lebar. Zachary langsung menempel di papan atas setelah membukukan skor 70, sementara Alit menyusul dengan skor even par 71. Hari pertama juga menghadirkan momen spesial ketika M. Raul Septiandi berhasil mencetak hole-in-one di Hole 2, sebuah pencapaian langka yang langsung menjadi perbincangan di sekitar lapangan. Dengan selisih skor yang masih sangat tipis dan banyak pemain yang belum menunjukkan seluruh kemampuannya, Round 1 menjadi sinyal bahwa perebutan gelar APGC Mid-Amateur tahun ini bakal berlangsung ketat sampai pukulan terakhir.


Yutaka Toyoshima (JPN) dan Alit Jiwandana (IND) Credit pic Media PBPGI
Round 2
Memasuki ronde kedua APGC Mid-Amateur Championship 2026 di East Course Gunung Geulis, persaingan makin panas dan mulai mengarah ke duel klasik Indonesia versus Jepang. Di tengah kondisi lapangan yang makin menantang, Alit Jiwandana tampil gemilang dengan mencatat skor even par 71, menjadikannya salah satu pemain terbaik hari itu bersama Raj Randhawa dari India. Sementara itu, Zachary Kristian tetap menjaga konsistensinya dengan skor 72. Berkat performa solid dua andalan Merah Putih tersebut, Indonesia terus menempel ketat di papan atas klasemen individu. Meski Yutaka Toyoshima masih bertahan sebagai pemuncak klasemen keseluruhan dengan total skor 140 (-2), jaraknya dengan para pesaing semakin tipis. Alit, Zachary, dan Hiroki Chino sama-sama mengintai hanya dua pukulan di belakang sang juara bertahan asal Jepang.
Yang paling bikin bangga, performa apik Zachary dan Alit berhasil membawa Indonesia 1 mengambil alih puncak klasemen beregu dengan total skor 284. Tim yang juga diperkuat Andy Sjaichudin itu unggul tiga pukulan atas Japan 1 yang diperkuat Yutaka Toyoshima dan kawan-kawan. Momentum ini menjadi modal besar bagi tim tuan rumah menjelang ronde final. Dengan selisih skor yang masih sangat tipis dan tensi persaingan yang terus meningkat, hari terakhir turnamen dipastikan menjadi panggung pertarungan seru antara Indonesia dan Jepang untuk memperebutkan trofi APGC Mid-Amateur Championship 2026.




Credit pic Media PBPGI
Final Round
Merah Putih Banyak Bicara
Kita lanjut ke final round , meski gelar juara utama jatuh ke tangan Jepang, para pegolf Indonesia tetap punya banyak alasan untuk tersenyum.
Di Group A, Zachary Kristian berhasil menjadi yang terbaik. Sementara di Group B, Alit Jiwandana sukses mengamankan posisi teratas setelah bermain konsisten selama tiga ronde.
Nama-nama Indonesia juga terus muncul di papan atas berbagai kategori. Ini menjadi sinyal positif bahwa kualitas pegolf mid-amateur Tanah Air semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan para pemain terbaik dari Jepang, India, hingga negara-negara Asia-Pasifik lainnya.
Satu Pukulan yang Bikin Indonesia Juara
Kalau kategori individu sudah bikin deg-degan, pertarungan beregu justru lebih dramatis lagi.
Tim Indonesia 1 yang diperkuat Zachary Kristian, Andy Sjaichudin, dan Alit Jiwandana berhasil merebut gelar juara tim dengan total skor 424 pukulan.
Yang bikin kemenangan ini makin manis, mereka menang hanya dengan selisih satu pukulan.
Ya, cuma satu pukulan.
Japan 1 yang diperkuat sang juara individu Yutaka Toyoshima, Koichi Mizukami, dan Shigeta Hattory terus menempel ketat sepanjang turnamen. Namun pada akhirnya mereka harus puas finis di posisi kedua dengan skor 425.
Selisih setipis itu membuat setiap putt, setiap approach shot, dan bahkan setiap keputusan strategi terasa sangat menentukan.
Sementara posisi ketiga menjadi milik Japan 2 dengan total skor 436 pukulan.


Gunung Geulis Kembali Jadi Panggung Kelas Dunia
Selain menyajikan persaingan yang seru, APGC Mid-Amateur tahun ini juga kembali menunjukkan kenapa East Course Gunung Geulis begitu dihormati para pegolf.
Kontur perbukitan yang khas, green cepat, dan kondisi lapangan yang prima memaksa para pemain untuk bermain cerdas dari hole pertama hingga hole terakhir. Tidak ada ruang untuk lengah.
Pada akhirnya, APGC Mid-Amateur 2026 bukan cuma tentang siapa yang membawa pulang trofi. Turnamen ini juga menunjukkan bahwa level persaingan golf mid-amateur Asia-Pasifik terus meningkat setiap tahunnya.
Yutaka Toyoshima pulang dengan status juara bertahan yang berhasil mempertahankan tahtanya. Namun Indonesia juga punya cerita yang tak kalah membanggakan lewat kemenangan Indonesia 1 di kategori beregu.
Dan kalau melihat bagaimana serunya persaingan sepanjang pekan ini, satu hal yang pasti: golf mid-amateur sekarang jauh dari kata membosankan.

