Sedayu Indo Golf sekarang jadi saksi persaingan seru di AGI Mid-Amateur . Di tengah panasnya cuaca dan angin utara Jakarta yang lumayan bikin tantangan, Alit Jiwandana dan Tomomi Ishihara sukses membawa pulang trofi setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.
Di kategori Men Champion, Alit keluar sebagai juara setelah mengumpulkan 148 pukulan atau 4-over par. Ngak gampang , Alit harus memastikan titelnya kali ini di hole terakhir setelah bersaing sengit dengan Andy Sjaichudin , Hasil ini sekaligus mengantarkannya kembali ke puncak setelah mengalahkan Andy Sjaichudin yang finis dengan 149 pukulan atau 5-over par. Posisi ketiga ditempati Hery Budinoto dari Illegalz Golf Club dengan 152 pukulan atau 8-over par.

Alit Jiwandana dan Tomomi Ishihara Credit pic Dias I @zsports.id
Menariknya, Alit datang ke turnamen ini tanpa persiapan khusus. Seminggu sebelumnya, ia justru sibuk menjadi caddie di event yang berlangsung di BSD. Latihan? Nggak ada. Practice round? Juga nggak sempat.
“Enggak ada ekspektasi tinggi karena seminggu yang lalu full jadi caddie di BSD. Jadi enggak ada persiapan sama sekali, enggak ada latihan, bahkan enggak ada practice round,” cerita Alit.
Karena datang tanpa ekspektasi besar, Alit memilih bermain lebih disiplin dan nggak neko-neko. Targetnya pun simpel, bisa mencetak skor di bawah 75 setiap hari sudah cukup bikin puas.
Strategi tersebut ternyata berhasil. Apalagi dengan kondisi Sedayu Indo Golf yang terkenal punya tantangan angin cukup kuat, Alit memilih bermain aman dan nggak memaksakan pukulan.
“Di Sedayu dengan angin yang begitu kuat kayaknya emang kita enggak boleh gegabah. Kita harus main sesuai dengan apa yang kita mampu. Puji Tuhan bisa menang lagi,” lanjutnya.

Alit Jiwandana Credit pic @golfdalamkamera
Sementara itu, di kategori Ladies Champion, Tomomi Ishihara kembali menunjukkan konsistensinya. Pegolf asal Jepang ini lagi-lagi sukses mengamankan gelar dengan catatan 149 pukulan atau 5-over par.
Buat Tomomi, bermain di Sedayu bukan cuma soal seberapa jauh bola bisa dipukul, tapi juga bagaimana menjaga posisi bola tetap aman. Salah satu kuncinya adalah tee-off yang konsisten dan memanfaatkan wedge yang sedang jadi salah satu senjata andalannya.
“Karena lapangan ini jaraknya tidak terlalu jauh, strategi saya adalah menjaga agar tee-off tetap berada di fairway. Pukulan wedge saya akhir-akhir ini juga sedang bagus dan saya merasa percaya diri,” ujar Tomomi.
Saat ini Tomomi juga sedang fokus meningkatkan akurasi pukulan iron. Jadi, selain mempertahankan konsistensi, ada target baru yang sedang dikejar untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Tomomi Ishihara Credit pic @golfdalamkamera
Sementara di kategori beregu, Illegalz Golf Club berhasil menjadi yang terbaik dengan total 300 pukulan. Tim ini diperkuat Andy Sjaichudin, Hery Budinoto, dan Sendy Susanto. Andy dan Hery bahkan sempat bermain dalam satu flight di championship flight pada putaran terakhir.
Dengan persaingan yang makin seru dari seri ke seri, AGI Mid-Amateur Series Sedayu Indo Golf sekali lagi membuktikan kalau golf amatir ngak cuma soal skor, tapi juga soal konsistensi, strategi, dan kemampuan tetap tenang saat kondisi lapangan mulai bikin kepala panas.