JAKARTA — Kalau ngomongin golf, kadang bukan cuma soal siapa yang paling bagus dari awal sampai akhir. Ada juga soal siapa yang bisa tetap chill saat pressure lagi tinggi-tingginya.
Hal itu yang terjadi di AGI Amateur Championship IX. Turnamen golf amatir yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, ini akhirnya ditutup dengan drama playoff yang cukup bikin deg-degan.
Pegolf asal Sim’s Golf Academy, Yujun Cha, sukses keluar sebagai champion setelah melewati duel playoff melawan Naufal Abdul Azis Lesmana dari Atamora Tehnik Makmur.
Comeback yang nggak kaleng-kaleng.



Yujun Cha, Naufal Abdul Azis Lesmana Dan Ryan Jovan Wijaya Credit pic @golfdalamkamera
Sebelum masuk ronde final, Yujun sebenarnya masih tertinggal dua pukulan dari Ryan Jovan Wijaya yang memimpin klasemen. Tapi di hari terakhir, Yujun berhasil menjaga permainan tetap konsisten dan menutup ronde dengan skor 74 atau +2. Tiga birdie di hole 2, 10, dan 18 ikut membantu Yujun mengamankan total 226 pukulan atau +10.
Di sisi lain, Naufal juga tampil solid. Dia mencatatkan 73 pukulan atau +1 di ronde final. Hasilnya, total skor Naufal sama persis dengan Yujun, yaitu 226 pukulan.
Karena sama kuat setelah 54 hole, pertandingan pun lanjut ke playoff.
Nah, di momen seperti ini mental benar-benar diuji. Yujun berhasil tetap tenang dan akhirnya mengunci kemenangan sekaligus membawa pulang trofi utama AGI Amateur Championship IX.
“Saya sangat senang dan merasa sangat terhormat dapat memenangkan turnamen ini. Setelah babak terakhir, saya memiliki nilai yang sama dengan Naufal Azis, sehingga saya melakukan playoff dengannya. Lalu, saya mendapatkan hasil yang baik dalam babak playoff tersebut,” kata Yujun.
Sementara itu, Ryan Jovan Wijaya yang sempat menjadi pemimpin klasemen selama dua ronde harus turun ke posisi ketiga. Ryan mencatatkan 78 pukulan atau +6 di ronde final, dengan total 228 pukulan atau +12. Posisi keempat ditempati Akbar Maulana dari Amateur Golfers Indonesia. Akbar justru tampil cukup on fire di ronde terakhir dengan skor 73 atau +1, sehingga total skornya menjadi 229 atau +13.
Rayi Geulis Jadi Pegolf Putri Terbaik


Rayi Geulis Zullandari dan Putu Mayvil Widya Handayani Credit pic : @golfdalamkamera
Bukan cuma persaingan di sektor putra yang menarik. Karena AGI Amateur Championship IX menggunakan format mix gender, sektor putri juga punya cerita sendiri. Rayi Geulis Zullandari dari kategori individu menjadi pegolf putri terbaik. Dia finis di posisi kelima overall atau 4th Runner Up dengan total 230 pukulan atau +14. Di belakangnya ada Putu Mayvil Widya Handayani dari PGI Pengprov Bali yang finis sebagai runner-up sektor putri sekaligus berada di posisi keenam overall. Putu mengumpulkan total 231 pukulan atau +15 setelah mencatatkan 74 atau +2 di ronde terakhir.
Yang menarik, tantangan di Pondok Indah Golf Course memang sengaja dibuat cukup demanding oleh panitia. Bukan sekadar main nyaman, tapi juga untuk membiasakan para pegolf amatir menghadapi kondisi lapangan yang levelnya lebih dekat dengan kompetisi internasional.
Tournament Director sekaligus Chief Referee AGI, Raymond Robot, mengatakan bahwa panjang lapangan untuk sektor putri bahkan dibuat lebih jauh dibandingkan turnamen IWO.
“Series ini di Pondok Indah, total yardage pemain putri itu 6.579 yard… kurang lebih 300 yard lebih jauh daripada IWO,Selama ini saya melihat pemain putri kita kalau lagi di luar ketinggalan pukulannya itu lumayan jauh. Kita bikin total yardage-nya kalau AGI Amateur Championship untuk putri minimal 6.200 sampai 6.300, di sini saya lebihin. Nanti berasanya setelah kalau ada kesempatan main di luar mewakili Indonesia. Mudah-mudahan distance-nya nambah dengan ikut di AGI Amateur” jelas Raymond.
Jadi, AGI Amateur Championship IX bukan cuma soal siapa yang pulang membawa piala.
Karena kalau targetnya sudah level internasional, tentu nggak cukup cuma jago main di home ground. Harus siap ketika level permainan dinaikkan. Dan Yujun Cha membuktikan satu hal di Pondok Indah: tertinggal di awal bukan berarti game over. Selama tetap fokus, keep calm, dan tahu kapan harus menyerang, comeback selalu punya peluang.