Jendry Palandeng, Dari berkuda ke dunia golf

Tangsel, April 2025 Pada pagelaran AGI Mid-Amateur Series 2 kemarin yang diadakan di Gading Raya Golf Club 9-10 April 2025 kemarin ada hal menarik yang mungkin bisa kami ulas, yaitu ada seseorang yang cukup ternama di dunia olahraga berkuda, yang berhasil menjadi menempati posisi 3 dalam flight C kejuaran tersebut. Namanya adalah Jendry Palandeng, sebagai sedikit info Jendry Palandeng adalah atlet berkuda Indonesia yang berspesialisasi dalam cabang cabang olahraga Eventing, juga dikenal sebagai lompat rintang. Ia juga pernah berpartisipasi dalam Kejuaraan Eventing Asia. Setelah hampir 20thn bergelut dalam olahraga berkuda Jendry Palandeng juga tampil dalam seleksi nasional Eventing untuk Asian Games. 

Dan kali ini awak media berhasil mewawancarainya setelah tournament itu selesai :

Media : Bisa dijelaskan awal mula berkenalan dengan golf ?

Jendry : Saat bersama istri ke Belanda ada kerabat saya yang sudah bermain golf sudah cukup lama, kebetulan di garasi rumahnya ia mempunyai tempat untuk putting, dan ia berkata bila anda putting dan tiga bola ini masuk kelobang, saya akan memberimu 1 slot bola golf. Dan saya berhasil memasukan tiga kali putting. Dan sepulang dari Belanda, kebetulan rumah saya dekat daerah sini (BSD) ada Albatros dan saya mencoba, memang pada awalnya belum bisa bahkan saat itu belum ada niat untuk belajar golf. Di bulan februari ini genap sudah dua tahun saya mencoba golf, dan sejalannya waktu menarik juga “challenging”, seperti faktor penasarannya dan ternyata tidak sesimpel yang kita pikirkan sebelumnya, walau untuk sebagian orang hanya memukul saja, ternyata susah juga.

Media : Setelah dua tahun kemarin, persamaan apa yang ditemukan antara berkuda dan golf ?

Jendry : Persamaannya adalah kita harus mengontrol diri kita sendiri, ketika kita tidak bermain baik saat diatas kuda mood sedang tidak enak, itu mempengaruhi dengan kudanya juga. Sama seperti golf, saat kita sedang tidak mood memukul, sepertinya semua menjadi susah. Sehingga sangat baik untuk mengontrol emosi juga.

Media : Saat pandemi kemarin , apakah berkuda menjadi cukup populer di indonesia ?

Jendry : Iya, orang – orang saat itu membeli kuda tuh cepat sekali, sedangkan kami Eventer (sebutan sebagai atlet penunggang kuda) relatif membeli kuda ke daratan Eropa, karena kuda – kudanya memang sesuai kebutuhan kami di olahraga itu.

Media : Berapa jumlah kuda yang dimiliki saat ini ?

Jendry : Saat ini saya punya empat kuda kompetisi , namun saya punya anak didik yang ikut pelatihan yang ada di Jakarta ada 21 kuda . Dan kita juga breeding di Semarang.

Media : Sedangkan secara fisik perbedaan berkuda dan golf seperti apa?

Jendry : Berkuda secara fisik memang melelahkan, tapi waktunya hanya dikit, mungkin ketika saya melompat di sebuah kompetisi, itu hanya menghabiskan waktu dibawah satu menit, namun harus berpikir cepat, harus mencari jalan dan jarak yang pas. Sedangkan di golf waktunya panjang dan berjalannya waktu sebenarnya masalah fisik tidak menjadi masalah, ada perasaan capek tapi klo di golf kita sering terbawa emosi ” kok pukulannya jelek yah, kemarin pukulannya bagus, hari ini koq hancur karena tidak ada feeling Nya ” olahraganya tidak gampang juga sebenarnya.

Media : Kali ini anda ikut kompetisi MID-AM selama dua hari, bila berkuda biasanya berapa hari ?

Jendry : Biasanya bisa tiga atau empat hari, tapi terkadang saya tidak hanya satu kuda untuk berkompetisi, namun ada beberapa kuda seperti satu kuda itu satu kelas atau satu kuda ikut dua kelas, sehingga bisa enam kali turun kompetisi.

Media : Jika ada orang yang ingin belajar berkuda, apakah melelahkan ?

Jendry : Klo orang belom pernah berkuda, naik kuda pasti akan capek walaupun sudah sering naik kuda satu (kali) pasti capek

Media : Untuk terakhir, dari tournament hari ini, apa yang bisa menjadikan pembelajaran?

Jendry : Tournament hari ini, aku lebih ke mental game. Mental gamenya aku harus banyak experience sama seperti kompetisi – kompetisi yang amatir seperti ini, terkadang bila kita bermain seperti biasa dan tidak ada kompetisi seperti ini kadang terasa enak, seperti kemarin mainnya enak namun hari ini kurang, jadi mental gamenya aku perlu. Klo di kuda saya nervous sih yah, namun kita bisa mengatasinya bagaimana mengurangi (rasa) tegangnya.

Media : Lapangan paling menarik dimana ?

Jendry : Saya pernah ke Vietnam Hoiana (Hoiana Shores Golf Club) itu menarik (karena) dipinggir laut, klo di Indonesia karena saya sering di Modern (Modern Golf Club ) saya Modern.

*Credit Interview Yongki Wirawan , Cedit pic @golfdalamkamera

error: Content is protected !!