Galih Dimuntur Kartasasmita (lahir 25 Desember 1982) adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina. Galih menikah dengan Roberta Nitiyudo K pada Juli 2010 dan dikaruniai 3 Anak: Ghadiel Robert Kartasasmita, Ghabrian Ginandjar Kartasasmita, Ghiyan Rayyan Kartasasmita.
Galih turut aktif dalam kegiatan organisasi keolahragaan, ia memulai karirnya di bidang olahraga sebagai Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) pada tahun 2023 sampai dengan sekarang. Olahraga Padel merupakan olahraga yang tergolong baru di Indonesia, berkat Galih olahraga Padel dapat dikenalkan sebagai Cabang Olahraga pada saat PON XXI Aceh-Sumut dengan tema Padel Exhibiton 2024. Di bawah kepemimpinan Galih PBPI juga berhasil menjadi anggota Federasi Internasional Padel.
BOMagz berkesempatan untuk menginterview beliau disela-sela kesibukannya, bertepatan diPadel Pro kemang ia dengan ramah mau menjawab beberapa pertanyaan dari kami :
Ketika kami bertanya tentang bagaimana kondisi olahraga padel di Indonesia saat ini, Ia menjawab sebenarnya tahun 2021 sudah mulai di Bali booming karena ada pandemi, setelah pandemi mulai terbuka baru mulai ke pulau jawa dan dimulai di PIK 2, itu awal mula di pulau jawa, kemudian dilanjutkan oleh Raket Club di daerah Cilandak kemudian Padel Pro kemang. Posisinya ketika ia diangkat dan kemudian dikukuhkan sebagai ketua PBPI, kenaikannya sudah ribuan persen, sesaat setelah ia ditunjuk di Bali sudah ada 90 GOR (padel) bahkan di Jakarta sudah sekitar 150an GOR(padel) jadi perkembangannya sangat pesat.

Galih Dimuntur Kartasasmita Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) kredit foto PBPI
Baginya kenapa banyak orang beralih ke padel, menurutnya padel adalah salah satu socialize game, sebagai perbandingan dengan golf yang juga socialize game, bermain golf itu lama, bahkan berjam-jam dibutuhkan untuk bermain golf, sedangkan padel tidak selama itu. Kemudian di padel bisa semakin banyak membutuhkan teman, klo di golf satu flight hanya empat pemain, sedangkan dipadel satu game bisa sampai delapan orang.
Sebenarnya padel itu sebelum ada permain Pro-nya, olahraga ini adalah permainan tongkrongan, sehingga saat menunggu waktunya bermain orang bersosialisasi seperti ngobrol, kemudian F & B (dilapangan padel) menjadi hidup. Namun jika dijelaskan secara ilmu pengetahuan , olahraga raket itu “memperpanjang hidup” karena gerakan badannya dan kemudian “kecanduan” dan kenapa seperti itu? karena setiap kita memukul bola seperti tenis atau tenis meja (hormon) endorfin kita naik, semakin berat bolanya maka akan semakin naik (hormon) endorfin nya dan raket ball terberat kedua adalah padel setelah tenis, namun secara ” rally” nya lebih panjang padel daripada tenis.
Ketika kami bertanya tentang pemain Pro padel di Indonesia , ia menjelaskan bahwa setelah Indonesia masuk kedalam member Organisasi Federasi Padel Internasional (FIP) Januari 2025 ini, PBPI diharuskan mengadakan kejuaraan nasional, membuat sirkuit atau liga, kemudian harus ikut kejuaraan international dari FIP dan mengikuti kualifikasi world cup untuk Tim Nasional sehingga PBPI harus membuat ekosistem pemain Pro di Indonesia dan sejak eksebisi PON kemarin hingga sekarang, sudah banyak kejuaraan dimana -mana termasuk yang akan datang, PBPI sebagai organisasi pusat kita akan meluncurkan kejuaraan nasional pertama kita yaitu Sirkuit Nasional Padel Indonesia yang akan kita gelar di empat kota dalam kurun waktu tiga bulan kedepan yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali dan kemudian diteruskan dengan Liga Indonesia (padel), namun ditengah – tengah antara sirkuit antara Jakarta dan Bandung akan ada FIP games nya, FIP menjalankan FIP Bronze level di Jakarta dan di Bali.
Dan kebetulan kejuaraan sirkuit di Jakarta akan digelar pada tanggal 22-25 mei 2025 ini di padel pro Kemang, dan setelah itu bulan Juni akan diadakan FIP Bronze tournament dan diadakan di padel pro kemang Jakarta juga.
Visi darinya sangat jelas, yang ia adopsi dari visi FIP, ia ingin atlit padel pro Indonesia bisa membanggakan negaranya untuk berlaga di Olimpiade dan visi jangka panjangnya berarti bisa memberhasilkan padel sebagai cabang olahraga di olimpiade yang mudah- mudahan saat olimpiade Amerika bisa jadi eksibisi dan menjadi cabang olahraga di olimpiade Australia nanti. Sehingga dari sekarang sampai tujuh atau delapan tahun kedepan PBPI bis membina anak- anak usia muda dengan program kedepannya memberikan beasiswa kepada anak- anak usia muda untuk di “terbangkan” keluar negeri untuk mendapatkan ilmu seperti ke Spanyol untuk disekolahkan dan ikut dalam akademi padel disana, dan juga FIP mengharuskan PBPI untuk mengikuti kejuaraan U 14 dan U 18 sehingga mau tidak mau kami harus menjalankan development usia dini.