Jakarta, Mei 2025 Sebuah turnamen padel pro pertama di Indonesia sukses digelar oleh PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) , berlangsung di Padel Pro kemang, Jakarta Selatan 23-25 Mei 2025 ini berhasil mengumpulkan atlet- atlet padel berbakat dari seluruh Indonesia. Padel merupakan sebuah olahraga baru di Indonesia, sejak jaman pandemi medio tahun 2020 yang sempat "Booming" di Bali, hingga akhirnya turnamen profesional pertama berhasil digelar, masyarakat mulai berbondong- bondong mulai bermain padel, bukan hanya karena olahraga ini sangat seru dan menantang, namun juga olahraga ini olahraga yang juga socialize game.

Bapak Galih Dimuntur Kartasasmita ketua umum PBPI credit pic @golfdalamkamera
Untuk turnamen kali ini ada beberapa kategori yang di perlombakan , yaitu untuk kategori Pria ada Men Open, Men Silver dan Men Bronze sedangkan kategori wanita hanya ada Women open dan Women Bronze. Dengan adanya turnamen ini sudah terlihat bakat-bakat atlet di setiap kategorinya, bahkan sudah di rencanakan akan ada sirkuit berikutnya di tiga kota besar lainnya, yaitu Bandung, Surabaya dan Bali. Bapak Galih Dimuntur Kartasasmita yang merupakan ketua umum PBPI sempat memberikan tanggapannya kepada awak media, setelah turnamen ini selesai. " Jadi calon -calon pejuang kita nanti di turnamen FIP (The International Padel Federation)bronze international di Jakarta dan Bali kita sudah bisa melihat" Seru bapak Galih.
"Untuk turnamen FIP bronze international di Jakarta nanti pesertanya akan lebih banyak, (peserta) internasional dan lokalnya ada 50 pasang untuk pria dan 17 pasang untuk wanita dan 30-40%nya berbasis di Indonesia " bapak Galih menambahkan.
Untuk pemenang utama yaitu kategori Men Open berhasil dimenangkan oleh Eskar Revilla & Aleix Puchol, mereka berhasil mengalahkan pasangan Mike Tanoso dan Rafael P dengan skor sangat -sangat ketat dan harus diselesaikan dengan Tie-break 7-4 di set akhir. Jalannya pertandingan sendiri benar -benar menguras tenaga baik pemain maupun penonton, berkali -kali kejar mengejar angka, berkali -kali terjadi deuce dan tak satupun diantara kedua pasangan ini mau mengendorkan permainannya.


Sebenarnya pasangan Eskar & Aleix berhasil mengamankan set pertama dengan skor 6-4 , namun Eskar dan Aleix berhasil merebut set kedua dengan skor 3-6. Pertandingan harus diselesaikan di set yang ketiga, bahkan di set terakhir ini berkedudukan 6 - 6 sampai harus dilakukan Tie -break dan akhirnya Eskar & Aleix berhasil menutup set akhir dengan nilai 6-7 Tie break (4-7). Sebuah tontonan yang sangat menarik dan penuh drama, pertandingan yang kurang lebih berjalan sekitar 3 jam ini benar -benar sebuah pertandingan puncak yang menutup rangkaian turnamen ini dengan sangat menarik.


Eskar dan Aleix sempat menjawab beberapa pertanyaan dari media selepas pertandingan selesai, Aleix sendiri ternyata adalah Coach dan mentor dari Eskar . " Saya sangat senang bisa bermain dengan coach, workbuddy saya (Aleix), saya memaksanya untuk ikut turnamen ini dan menjadi juara saya berterimakasih kepada dia, dia memotivasi saya dan membuat saya bekerja keras . Saya merasa senang sekali" cetus Eskar
Sedangkan di kategori women open di kuasai oleh pasangan Komang Sri M dan Beatrice G, menariknya Beatrice merupakan salah satu pemain tennis profesional dan berprestasi di kancah international. Mungkin sebuah kelebihan namun juga sebuah tantangan merubah kebiasaan main tenis ke padel . " Untuk tingkat kesulitannya sendiri pasti ada, memang untuk orang yang backgroundnya tenis jujur saja itu sebuah advantage terjun di dunia padel tapi kesulitannya di wall karena kita tidak pernah menghadapi wall - wall itu yang tidak ada di tenis, dan juga dimana style dipadel dan tenis sangat berbeda " cetus Beatrice.

Komang Sri M dan Beatrice G
Dengan suksesnya digelarnya Sirkuit Indonesia Open series Jakarta ini, dan terlihat antusias peserta yang sangat banyak, semoga di series berikutnya animo peserta dan penonton semakin bertambah, dan harapan kedepannya akan menjaring atlet - atlet berbakat dari daerah lainnya dan yang pastinya atlet ini dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah international.

















