Dadi Wiratmo: Tangan Dingin di Balik Gading Raya Golf yang Makin Hype

Kalau ngomongin sosok penting di industri golf Indonesia, nama Dadi Wiratmo jelas bukan pendatang baru. Pria kelahiran Jakarta, 1974 ini sudah malang melintang di dunia golf dan dikenal punya “tangan dingin” yang bikin banyak lapangan golf naik level.

Deretan golf course yang pernah merasakan sentuhan kepemimpinannya pun nggak main-main. Mulai dari Kedaton Golf & Country Club, Indah Puri Golf, Bintan Lagoon Resort, Batam Hills Golf Resort, Padang Golf Sukajadi, hingga yang sekarang jadi rumah utamanya: Gading Raya Golf Club. Bisa dibilang, pengalaman panjang ini membentuk Dadi sebagai GM yang bukan cuma paham teknis, tapi juga punya visi bisnis yang tajam.

Golf Sudah Jadi “Bahasa Ibu”

Ketertarikan Dadi pada golf bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia lapangan hijau karena orang tuanya juga pernah bekerja di industri golf. Jadi, golf bukan sekadar profesi, tapi sudah jadi bagian dari hidupnya. Nggak heran kalau cara pandangnya terhadap golf selalu terasa personal dan penuh passion.

Bukan Cuma GM, Tapi Penggerak Industri

Selain menjabat sebagai General Manager di Gading Raya Golf Club, Dadi juga aktif di level organisasi sebagai Sekretaris Golf Club Managers Association of Indonesia (GCMAI). Dari posisi ini, ia vokal menyuarakan pentingnya dukungan pemerintah untuk mengembangkan golf tourism di Indonesia.

Menurutnya, golf tourism itu “hidden gem” pemasukan devisa. Kenapa? Karena wisatawan golf biasanya datang dengan spending power besar. Mereka nggak cuma main golf, tapi juga menginap di hotel, makan di restoran, belanja, dan menikmati fasilitas lainnya. Bandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand—setiap pameran pariwisata internasional, terutama golf, mereka selalu all-out mempromosikan negaranya dengan booth yang niat dan strategi yang matang.

Bangkit dari Pandemi, Lahirkan Formula Jitu

Cerita menarik lainnya datang dari masa pandemi. Saat masih menjabat GM di Padang Golf Sukajadi, kondisi industri golf bisa dibilang “mati suri”. Di situlah Dadi dipaksa kreatif. Dengan ilmu “kepepet”, ia menemukan formula efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas maintenance lapangan.

Formula ini kemudian ia bawa ke Gading Raya Golf Club. Hasilnya? Konsisten positif. Lapangan tetap terawat, jumlah pegolf meningkat, dan kepercayaan manajemen pun naik. Investasi mulai digelontorkan, dan Gading Raya pelan-pelan berubah jadi salah satu golf course paling ramai dan favorit komunitas.

Bukan cuma turnamen komunitas yang rutin digelar, event profesional pun mulai berdatangan. Turnamen dari Persatuan Golf Indonesia (PGI) dan PGA Tour Indonesia (PGATI) menjadikan Gading Raya sebagai venue pilihan. Bahkan, turnamen internasional dari Asian Pacific Golf Confederation (APGC) sukses digelar di sini sebuah validasi bahwa Gading Raya memang layak di level Asia.

Golf yang “Friendly”

Buat Dadi, jadi GM di Gading Raya bukan beban. Justru sebaliknya, kantor adalah “arena bermain”. Dengan hobi traveling, nonton film, dan baca buku, ia melihat golf sebagai ruang eksplorasi dan kreativitas.

Saat ditanya karakter Gading Raya Golf, jawabannya simpel tapi ngena: “friendly golf course.” Lapangan yang bisa dinikmati berbagai level golfer, dari pemula sampai profesional, tanpa kehilangan tantangan dan keseruan.

Di tangan Dadi Wiratmo, Gading Raya Golf bukan cuma lapangan golf tapi destinasi, komunitas, dan bukti bahwa passion yang dikelola dengan strategi tepat bisa menciptakan impact besar. Dan siap -siap Gading Raya Golf akan terus bebenah dan semakin menjadikan lapangan golf ini semakin “Hype” yang bakalan cocok banget dengan vibe Gen Z dan milenial fun, relevan, dan punya value.

error: Content is protected !!