Indonesia Women’s Open 2026 di Damai Indah Golf Course bener-bener ngasih tontonan full drama + full aksi. Dari awal sampai akhir, turnamen ini nggak cuma soal golf, tapi juga soal mental baja dan adaptasi level dewa.
Drama sudah dimulai sejak pagi hari di champion flight. Baru tee off, hujan deras langsung turun tanpa ampun . Penonton yang sudah datang sejak pagi auto kocar-kacir cari tempat berteduh, sementara pertandingan akhirnya disuspend hampir 1 jam. Tapi begitu hujan reda—GAME ON!
Lapangan yang basah total bikin segalanya berubah. Beberapa pemain yang sebelumnya lagi leading, seperti Kim Seoyoon dan Nakashima Tsukiha, harus merelakan skor bersih mereka. Dari yang kemarin main bogey-free, hari ini justru kena 3 bogey. Nakashima sendiri cuma bisa main even par di ronde final—jelas nggak cukup buat ngejar titel.
Nah, di saat yang lain struggle, duo Thailand malah gas pol
Jaravee Boonchant dan Prim Prachanakorn tampil super stabil dan konsisten.

Jaravee Boonchant dan Kanyanat Saithipcredit pic @golfdalamkamera
Jaravee benar-benar nunjukin kelas juara. Dengan 7 birdie dan cuma 1 bogey, ia tampil tenang, rapi, dan super dewasa. Kombinasi pengalaman + mental kuat bikin Jaravee akhirnya mengunci gelar juara Indonesia Women’s Open 2026 dengan total skor 13 under par . Dan rahasianya ada pada Caddy dan juga sahabatnya yang bernama Kanyanat Saithip a.k.a Guitar. Orang yang nemenin Jaravee sejak hari pertama turnamen kali ini, masalah chemistry gausah ditanya lagi , komunikasi pastinya nyambung dan yang paling penting Guitar bisa bikin Jaravee tetap fokus di dalam lapangan, makanya ngak heran selama tournament ini berjalan kita liat mereka bercanda santai setelah Jaravee selesai memukul dan putting.
“Saya bersyukur ditemani caddy saya yang juga sahabat saya. Kemarin fokus saya sempat terganggu, tapi dia bantu saya balik fokus. Kami juga benar-benar have fun selama di Indonesia,” ujar Jaravee.
Cuaca ekstrem? Bukan masalah buat dia. Justru jadi keuntungan. Jaravee mengaku sudah super siap menghadapi kondisi Indonesia.
“Saya sudah beberapa kali ke Indonesia, jadi saya tahu cuacanya. Saya bawa rain coat dan rain bag coat khusus untuk kondisi seperti ini,” tambahnya.
Keren, ya? Persiapan detail = hasil maksimal.

Prim Prachanakorn (amature) Credit pic @golfdalamkamera
Nggak kalah impresif, Prim Prachanakorn, pemain amatir asal Thailand, juga tampil luar biasa. Ia menyelesaikan turnamen dengan skor 11 under par—stabil selama tiga hari penuh. Bahkan di tiga hole terakhir, peluang Prim buat nyalip seniornya masih terbuka lebar. Tapi dua birdie krusial di dua hole akhir milik Jaravee jadi penentu segalanya.

Kristina Natalia Yoko Credit pic @golfdalamkamera
Walau gagal juara, tetap big win buat Thailand: juara profesional dan amatir dalam satu turnamen
Dari kubu tuan rumah, Kristina Natalia Yoko patut dapet standing applause
Yoko sukses bertahan di papan atas klasemen—sebuah progres besar dibanding edisi sebelumnya yang harus gugur di ronde kedua. Kali ini, dengan dukungan tandem sekaligus caddy yang bikin fokusnya terjaga, Yoko finis dengan skor 3 under par. Solid dan menjanjikan!
Secara keseluruhan, Indonesia Women’s Open 2026 berlangsung super ketat. Pegolf Korea dan Jepang saling salip sampai hole terakhir. Sayangnya, cuaca yang labil dan kondisi lapangan yang cepat berubah bikin banyak pemain terlambat adaptasi. Satu hal yang pasti:
Turnamen ini bukan cuma soal skill, tapi soal siapa yang paling siap menghadapi chaos.
Dan tahun ini, jawabannya jelas—JARAVEE BOONCHANT. EPIC

















