Golf di Indonesia lagi masuk fase yang beda. Bukan cuma soal kompetisi, tapi soal growth, exposure, dan ekosistem yang makin serius dibangun. Itu yang coba dihadirkan lewat Indonesia Development Open (INDO) Series 1 yang resmi digelar di Gading Raya Golf Club, Tangerang.
Sebagai pembuka dari rangkaian series ke depan, event ini langsung gas dengan skala besar. Total ada 205 pegolf dari berbagai kategori yang turun bareng dalam satu panggung. Mulai dari Professional, Elite Amateur, Development Amateur, Rookie Amateur, sampai Junior Development. Semua level dikumpulin, semua punya ruang buat berkembang.
Komposisinya juga cukup solid:
- Men Amateur: 73 pemain
- Men Elite: 17 pemain
- Men Professional: 40 pemain
- Boy Junior: 12 pemain
- Ladies Amateur: 40 pemain
- Ladies Elite: 6 pemain
- Ladies Professional: 7 pemain
- Girl Junior: 10 pemain
Atmosfer kompetisinya kerasa hidup karena bukan cuma soal siapa paling jago, tapi juga siapa yang siap berkembang.
Highlight Para Juara
Di kategori professional, nama Naraajie Emerald jadi sorotan setelah keluar sebagai Men Professional Champion dengan skor 137. Sementara di sisi wanita, Meva Helina Schmit tampil solid dan mengunci gelar dengan skor 139.
Kategori lain juga nggak kalah seru:
- Men Elite Amateur: Randy Arbanata M (133)
- Women Elite Amateur: Lydua Sitorus (146)
- Men Development Amateur: Thessady Sitohang (155)
- Women Development Amateur: Armelia Maharani (162)
- Men Rookie Amateur: Andi Lee (169)
- Women Rookie Amateur: Anita Rakhman (176)
- Boys Junior Development: Reign Lee (88)
- Girls Junior Development: Anaya Claire (87)
Nama-nama ini bukan cuma menang, tapi juga nunjukin kalau pipeline golf Indonesia lagi jalan.




Credit Pic @golfdalamkamera
Ngobrol Santai Bareng Sang Juara
Menariknya, kemenangan Naraajie Ramadhan di kategori Men Professional juga datang dengan cerita yang cukup relate buat banyak pemain. Menurut Naraajie, kondisi lapangan di Gading Raya Golf Club jadi salah satu faktor penting performanya.
“Bermain di lapangan ini Gading Serpong Golf sangat baik. Walau sempat hujan, tapi lapangannya tetap kering. Hari ini bermain sabar saja karena kemarin sempat dapat bogey karena bermain tidak sabar.”
Simpel aja jawabannya , pemain jago mah beda!! . Di level kompetitif kayak gini, bukan cuma teknik yang diuji, tapi juga mental dan decision making.

Naraajie Ramadhan Credit pic @golfdalamkamera
Ekosistem turnament
Yang bikin INDO Series 1 beda adalah visinya. Ini bukan event sekali lewat, tapi bagian dari gerakan yang lebih besar: membangun ekosistem golf Indonesia yang lebih terstruktur. Di sini, junior bisa lihat benchmark, amateur punya jalur berkembang, dan professional tetap punya panggung untuk perform. Semua terkoneksi dalam satu sistem yang sama.
Dengan 205 pemain di series perdana, sinyalnya jelas: kebutuhan akan platform seperti ini nyata, dan antusiasmenya juga tinggi. INDO Series 1 jadi langkah awal menuju sesuatu yang lebih besar. Bukan cuma soal siapa juara hari ini, tapi siapa yang siap berkembang untuk besok. Dan kalau lihat start-nya, perjalanan ini baru mulai, tapi arahnya sudah kelihatan.
Masih ada tempat untuk senior
Di tengah fokus soal regenerasi dan munculnya banyak nama muda, ada satu sosok yang diam-diam mencuri perhatian: Asep Suganda, atau yang akrab disapa ASUGANN.
Di saat kategori Men Professional didominasi pemain-pemain muda dengan power dan agresivitas tinggi, ASUGANN justru datang dengan pendekatan yang beda. Lebih tenang, lebih sabar, dan jelas lebih penuh pengalaman. Tapi jangan salah, pendekatan ini justru bikin dia tetap relevan—bahkan masih bisa bersaing di level elite.
“ Saya bersyukur masih bisa bermain dengan baik di kompetisi ini. Walau saya harus menahan diri saat memukul, bermain sabar dan pintar, itu senjata saya yang masih bisa diandalkan,” ujarnya santai.
Dan di situlah menariknya. Saat banyak pemain mengandalkan jarak pukulan dan permainan agresif, ASUGANN membuktikan kalau golf bukan cuma soal power—tapi soal kontrol, strategi, dan tahu kapan harus nahan.
Kehadirannya jadi semacam reminder kalau di dalam ekosistem yang terus berkembang ini, pengalaman tetap punya tempat. Bukan cuma ikut meramaikan, tapi juga jadi benchmark tersendiri buat generasi di bawahnya. Ini bukan cuma soal yang muda bersinar tapi juga yang berpengalaman tetap bisa bikin permainan jadi beda. Seru.

Asugann Credit pic @golfdalamkamera