Randy Tutup Era Amatir dengan Gelar Juara, Quinn Pecahkan Rekor di Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026
Turnamen Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 akhirnya kelar juga di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Kamis (16/7). Selama tiga hari, persaingannya panas banget, penuh drama, comeback, dan momen-momen yang bikin turnamen ini susah dilupain.
Sorotan paling gede jelas jatuh ke Randy A.M. Bintang yang sukses ngunci gelar juara di kategori putra. Yang bikin makin spesial, ini jadi penampilan terakhirnya sebagai pegolf amatir sebelum resmi naik kelas ke dunia profesional.
Tapi jalan Randy ke podium juara nggak bisa dibilang mulus-mulus amat. Setelah dua ronde awal, dia belum nongkrong di posisi paling atas. Justru Rayhan Abdul Latief dan Jonathan Manuel Wijanto yang lebih dulu duduk manis di puncak klasemen sementara.

Randy Arbenata M. Bintang & Jennifer Quinn Efendi Credit pic Diaz / MPIIAGC
Randy sendiri ngaku awalnya nggak terlalu pede bisa nyusul. Tapi semuanya berubah di hari terakhir pas para pemain di papan atas mulai goyah.
“Saya sebenarnya tidak terlalu expect bisa menang. Tapi setelah lima hole pertama sudah dua under, saya mulai merasa masih ada peluang. Ternyata para leader juga mengalami trouble, jadi skor tiga under hari ini cukup untuk mengejar,” kata Randy.
Pegolf yang sebentar lagi bakal jadi profesional itu nutup turnamen dengan total 212 pukulan atau empat under par. Di ronde terakhir, dia tampil cukup solid dengan 69 pukulan atau tiga under, setelah sebelumnya mencatat 72 dan 71.
Menurut Randy, kunci kebangkitannya ada di permainan sekitar green. Putting yang lebih nempel bikin dia bisa nyolong banyak peluang birdie. Walau sempat kena double bogey di hole keenam, Randy nggak keburu panik dan malah bangkit dengan tiga birdie penting di hole 15, 16, dan 17.
“Putting hari ini jauh lebih bagus. Saya juga bermain lebih agresif dibanding ronde sebelumnya. Untungnya bisa membayar kesalahan dengan birdie di tiga hole terakhir,” katanya.



Di belakang Randy, persaingannya juga nggak kalah rame. Rayhan Abdul Latief dan William Justin Wijaya sama-sama finis di posisi runner-up dengan total 213 pukulan atau tiga under par. Sementara Jonathan Manuel Wijanto nangkring di posisi keempat dengan skor 214 pukulan atau dua under par.
Buat Randy, kemenangan back-to-back ini jadi penutup yang pas banget sebelum dia masuk ke level profesional.
“Senang banget bisa juara lagi dan menutup penampilan terakhir di turnamen ini dengan kemenangan. Semoga tahun depan turnamen ini bisa lebih besar lagi, dengan lebih banyak pemain internasional yang ikut sehingga persaingannya makin seru,” ujarnya.
Kalau di kategori putri, panggungnya full milik Jennifer Quinn Effendi. Pegolf muda yang baru bakal genap 14 tahun pada 11 Agustus nanti itu tampil gila dari awal sampai akhir.
Quinn sukses mempertahankan posisi teratas sejak hari pertama sampai hari terakhir, alias wire-to-wire victory. Dia menutup turnamen dengan total 217 pukulan atau satu over par, unggul lima pukulan dari Isabella Sudarmanto dan Abigail Rhea Soeryo Wiharko yang sama-sama finis dengan 222 pukulan.
Nggak cuma bawa pulang trofi, Quinn juga bikin sejarah baru sebagai pegolf termuda yang pernah juara di Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship.
Meski menang cukup meyakinkan, Quinn ngerasa permainan di ronde terakhirnya sebenarnya belum maksimal.
“Masih banyak putting satu meter yang nggak masuk. Harusnya ada beberapa peluang birdie yang bisa didapat, tapi sayang terlewat,” katanya.
Selain itu, cuaca juga ikut bikin ribet. Angin yang lumayan kencang di beberapa hole bikin dia harus lebih teliti pas milih stik dan nyusun strategi.
Menariknya, Quinn ngaku dari awal dia nggak terlalu mikirin gelar juara.
“Saya cuma fokus sama pukulan saya sendiri dan mencoba bermain sebaik mungkin. Memang ada keinginan untuk menang, tapi saya tahu peserta tahun ini kuat-kuat dan banyak pemain bagus,” ujarnya.



Turnamen tahun ini juga terasa makin internasional karena diikuti pegolf dari banyak negara, mulai dari Indonesia, Amerika Serikat, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Oman, Sri Lanka, sampai Vietnam.
Pondok Indah Golf Club (PIGC) sebagai penyelenggara juga kasih apresiasi ke semua peserta yang udah bikin turnamen ini jalan seru, kompetitif, dan tetap berkelas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. Semoga pengalaman ini bukan hanya menjadi kenangan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi bekal untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. Terima kasih juga kepada seluruh sponsor yang terus mendukung turnamen ini,” ujar Herry Winarno, Penasehat Panitia Penyelenggara.
Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship sendiri sekarang udah masuk tahun keempat penyelenggaraan. Dengan kualitas peserta yang makin naik dan negara peserta yang makin banyak, turnamen ini makin kelihatan sebagai salah satu ajang amatir paling bergengsi di Asia.