Kontingen Indonesia siap berangkat ke World Amateur Golfers Championship (WAGC) 2026, Turnament ini akan berlangsung dari 23 sampai 31 October 2026 ini di Johor Bahru, Malaysia. Setelah melewati perjalanan kualifikasi yang nggak sebentar, sekarang waktunya para golfer terbaik ini bersiap buat unjuk skill di panggung dunia. Let’s go, Team Indonesia!
Buat yang belum familiar, WAGC bukan sekadar turnamen golf biasa. Ini adalah ajang yang mempertemukan pegolf amatir dari berbagai negara buat bersaing membawa nama negaranya masing-masing. Jadi, selain soal konsistensi pukulan dan strategi di lapangan, ada pride tersendiri saat harus mengenakan identitas Indonesia di ajang internasional.
Sembilan Pegolf, Lima Flight, Satu Target!
Team Indonesia diperkuat sembilan pegolf yang siap berjuang di berbagai flight handicap. Komposisi ini bikin perjalanan kontingen Merah Putih makin menarik buat ditunggu.
Berikut daftar pegolf yang masuk dalam kontingen Indonesia:
| Flight | Nama Pegolf | Handicap |
|---|---|---|
| A | Sendy Susanto | 3.9 |
| B | William Morton Sembiring | 8.5 |
| C | Rubby Eka Saputra | 10.4 |
| D | Feny Hendrawansyah | 16.5 |
| E | Nyno Aquino | 21.4 |
Selain lima pegolf yang mengisi masing-masing flight, ada empat nama lainnya yang turut masuk dalam daftar Team Indonesia yang akan bertanding di WAGI (World Amateur Golf Invitationals) yaitu :
- Paulus Rudy — HCP 11.4
- Herry Safarry — HCP 12.7
- Didik Ariyanto — HCP 24.5
- Baromeus Gosal — HCP 24.8
Dengan komposisi handicap yang beragam, setiap pegolf punya tantangan dan strategi masing-masing. Ada yang bakal mengandalkan konsistensi permainan, ada juga yang harus pintar membaca situasi dan menjaga mental saat menghadapi tekanan kompetisi.



Pelepasan kontingen Indonesia tanggal 20 Oct 2026, diwarnai dengan MABAR di Suvarna Jakarta Golf Club dan juga kegiatan menyantuni anak Yatim.
Skill set dan Mental harus On Point!
Bertanding di level internasional tentu punya tantangan berbeda. Lapangan baru, atmosfer kompetisi yang lebih intens, sampai bertemu pegolf dari berbagai negara bakal jadi pengalaman tersendiri buat Team Indonesia.
Persiapan pun bukan cuma soal memastikan swing tetap smooth atau putting makin akurat. Kondisi fisik, fokus, strategi permainan, dan kemampuan menjaga emosi selama pertandingan juga bakal punya peran penting.
Apalagi, golf adalah permainan yang menuntut konsistensi. Satu pukulan bagus memang bisa bikin percaya diri naik, tetapi kemampuan bangkit setelah pukulan yang kurang maksimal juga jadi bagian penting dari game.
Intinya, bukan cuma soal siapa yang paling jauh memukul bola, tetapi siapa yang paling siap memainkan strateginya sampai hole terakhir.

Captain & Country Director WAGC Indonesia, Baromeus Gosal, Credit pic WAGC Indonesia
Baromeus Gosal berharap tim Indonesia bisa melangkah lebih jauh dari pencapaian sebelumnya. Tahun lalu sudah finis sebagai runner-up, dan tahun ini harapannya bisa membawa pulang gelar winner. Sekarang, waktunya para wakil Indonesia menyiapkan mental, menjaga konsistensi permainan, dan memberikan performa terbaik di setiap ronde. Karena di golf, satu pukulan bisa mengubah banyak hal.
Johor Bahru, Here We Come!
Keberangkatan ke Malaysia menjadi langkah berikutnya buat kontingen Indonesia setelah melalui rangkaian kualifikasi. Kini, fokusnya adalah memaksimalkan persiapan, menjaga kekompakan, dan membawa semangat Merah Putih ke setiap ronde pertandingan.
Buat sembilan pegolf ini, WAGC 2026 bukan cuma tentang mengejar hasil terbaik, tetapi juga kesempatan membuktikan kemampuan di level internasional sekaligus membawa nama Indonesia bersaing dengan negara-negara lain.
Dari tee box pertama sampai putt terakhir, setiap pukulan bakal punya cerita. Harapannya, Team Indonesia bisa tampil solid, menikmati kompetisi, dan tentunya pulang dengan hasil yang membanggakan.
Good luck, Team Indonesia! Saatnya gaspol di WAGC 2026. Merah Putih di dada, golf mode on!