Abigail Rhea & Kenneth Henson Suthanto Credit Pic Media PBPGI
Jakarta — Drama cuaca akhirnya jadi penentu. Panitia Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Golf Junior 2026 resmi memutuskan Round 3 (22/1) batal digelar. Keputusan ini diambil setelah rapat komite, mendengar masukan dari Badan Perwakilan Nasional PB PGI, mempertimbangkan kondisi lapangan di Jakarta Golf Club, serta merujuk ke Pasal 14 Terms of Competition (TOC).
Intinya: keselamatan pemain nomor satu. Cuaca ekstrem, lapangan yang makin berat, dan faktor keamanan bikin panitia memilih opsi paling aman dan fair. Alhasil, pemenang ditentukan dari akumulasi Round 1 dan Round 2 untuk semua kategori Kelas A dan Kelas B, putra maupun putri.
Ketua Umum Panitia, Alfin Sulaiman, menegaskan keputusan ini diambil secara kolektif dan profesional. Fokusnya jelas: menjaga integritas kompetisi tanpa mengorbankan keselamatan para atlet muda.
Back-to-Back Champs! Abigail & Kenneth Kunci Gelar Lagi
Meski final batal, persaingan tetap panas. Dua nama ini kembali mencuri spotlight dengan mempertahankan gelar juara:
Putri: Abigail Rhea
Pegolf Bali Abigail Rhea tampil solid dan konsisten. Ia menutup dua ronde dengan total 148 pukulan (+6). Bermain di tengah fairway basah dan green yang lebih lunak, Abigail tetap bisa jaga ritme—mental juara banget.
- Runner-up: Thea Jessica Tan (Jateng) — +16 (158)
- Posisi 3: Farah Anabel Xaviera Lesmana & Phoebe Gani (Jatim) — +17

Pegolf dari Bali Abigail Rhea Credit pic Media PBPGI
Putra: Kenneth Henson Suthanto
Dari DKI Jakarta, Kenneth Henson Suthanto kembali menunjukkan kelasnya. Total 140 pukulan (-2) jadi bukti permainan stabil dari tee ke green, strategi disiplin, dan konsistensi level atas. Statusnya sebagai salah satu junior terbaik Indonesia makin solid.
- Posisi 2: Margoz Marvin Kamengmau (Bali) — +2 (146)
- Posisi 3: Sean Fickert (DKI Jakarta) — +7

Pegolf dari DKI Jakarta, Kenneth Henson Suthanto Credit Pic Media PBPGI
Divisi Lainnya: Konsisten = Kunci
Penutup
Meski final harus dibatalkan, Kejurnas Golf Junior 2026 tetap jadi panggung penting buat regenerasi golf Indonesia. Cuaca boleh jadi lawan, tapi karakter, mental, dan konsistensi para junior inilah yang paling bersinar. Next stop: level yang lebih tinggi.







