Di tengah vibes olahraga yang makin lifestyle banget, Hyper Padel bikin gebrakan yang beda dari biasanya. Bukan sekadar turnamen, tapi jadi ajang seru yang ngerayain perempuan dengan cara yang fresh, stylish, dan penuh energi lewat turnamen padel khusus wanita dalam rangka Hari Kartini.
Kebayang gak sih, main padel pakai kebaya? Yup, ini bukan typo. Turnamen ini hadir dengan tema unik: dress code kebaya dan busana adat lainnya. Jadi, lapangan padel yang biasanya dipenuhi outfit sporty, kali ini berubah jadi runway budaya yang tetap aktif dan powerful.
Menurut Reni, selaku Manager Hyper Padel, ide ini sebenarnya udah lama kepikiran.
“Sebenernya memang ingin mengadakan turnamen untuk khusus wanita, pas banget momentnya Hari Kartini, kebetulan yang booked full,” ujarnya.
Gak cuma soal seru-seruan, konsep ini juga punya makna yang dalam.
“Dengan memakai kebaya sambil bermain padel ini adalah wujud dari ekspresi wanita dalam kehidupan sehari-hari, selain juga untuk memperkenalkan budaya,” tambah Reni.











Dan memang kerasa banget vibes-nya. Di satu sisi, peserta tetap kompetitif di lapangan. Tapi di sisi lain, ada aura fun, santai, dan penuh tawa yang bikin turnamen ini jauh dari kesan kaku. Ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang menikmati momen, tampil percaya diri, dan saling support satu sama lain.
Turnamen ini juga bawa pesan yang kuat: perempuan harus tetap semangat, aktif, dan berani mengekspresikan diri. Lewat olahraga seperti padel, bukan cuma badan yang sehat, tapi juga mental yang makin kuat.
Apalagi, padel sendiri dikenal sebagai olahraga yang super social. Mainnya berpasangan, komunikatif, dan penuh interaksi. Jadi gak heran kalau dari lapangan ini, banyak koneksi baru terbentuk—dari teman baru sampai networking yang lebih luas.
Lebih dari itu, padel juga jadi ruang ekspresi. Mulai dari outfit yang standout, mix & match yang unik, sampai gaya main yang beda-beda—semuanya jadi bagian dari identitas masing-masing pemain. Dan di event ini, semuanya naik level: budaya ketemu sport, tradisi ketemu tren.
Akhirnya, turnamen ini bukan cuma tentang olahraga. Ini tentang perempuan yang berani tampil, bergerak, dan bersuara dengan cara mereka sendiri.
Karena jadi aktif itu keren. Tapi jadi aktif sambil tetap jadi diri sendiri? Itu next level.