Jennifer Quinn Effendi dan Randy Arbenata Mohamad Bintang Credit Pic PGI
Kejurnas Golf Amatir 2026 di Gunung Geulis Country Club akhirnya resmi selesai, Kamis (23/4). Tapi ini bukan sekadar turnamen biasa ini panggung penuh drama, tekanan, dan momen-momen yang bikin penonton ikut tegang dari awal sampai akhir.
Turnamen yang ngumpulin talenta terbaik dari berbagai provinsi ini ditutup dengan seremoni penghargaan buat para juara yang berhasil “survive” dari salah satu lapangan paling challenging di Indonesia.
Di kategori putra, nama Randy Arbenata Mohamad Bintang makin susah ditandingi. Pegolf asal Jawa Barat ini sukses mempertahankan gelarnya dengan total skor 210 (3 under par). Bukan cuma juara, Randy juga mencetak rekor sebagai pemenang tiga kali berturut-turut di Kejurnas. Konsisten, dingin, dan benar-benar beda level.
Persaingan di papan atas juga nggak kalah panas. Rekan satu tim Randy, Asyrafa Danish Suryanto, finis di posisi kedua dengan skor 215. Sementara itu, duel ketat terjadi antara Amadeus Christian Susanto dari Jawa Tengah dan Eugene Emmanuel Tanyongjaya dari DKI Jakarta yang sama-sama mengunci skor 218.
Tapi kalau ngomongin momen paling dramatis, kategori putri jelas juaranya.
Jennifer Quinn Effendi dari Jawa Timur tampil sebagai bintang baru yang langsung mencuri perhatian. Di usia yang masih 13 tahun, dia berhasil mengamankan gelar nasional pertamanya—dan itu bukan dengan cara yang santai.
Jennifer harus berhadapan langsung dengan Bianca Naomi Amina Laksono dari DKI Jakarta, yang punya skor sama, 228. Artinya? Harus lanjut ke babak play-off. Tegang banget.
Di momen penentuan itu, Jennifer berhasil tetap fokus dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Debut yang langsung jadi juara—ini bukan cuma impressive, tapi juga jadi sinyal kalau masa depan golf putri Indonesia lagi cerah banget.


Di belakang mereka, Lydia Hawila Stevany Sitorus dari Jawa Barat nempel tipis di posisi 1st Runner Up dengan skor 229, sementara Ni Putu Alida Brigitte Lie dari Bali mengamankan posisi 2nd Runner Up dengan total 232. Persaingan yang super ketat ini nunjukin kalau level pegolf amatir wanita Indonesia sekarang makin merata dan kompetitif.
Masuk ke kategori beregu, tim Jawa Barat Putra tampil solid tanpa banyak drama. Diperkuat oleh Randy, Asyrafa, dan Muhammad Naabil Al Manaaf, mereka mendominasi dengan total skor 425. Dari awal sampai akhir, performa mereka stabil dan susah dikejar.
Tim DKI Jakarta 1 yang diisi Eugene Emmanuel, Luke Evan Moore, dan Bianca Naomi harus puas di posisi kedua dengan skor 438. Sementara Jawa Tengah Putra, lewat Amadeus Christian Susanto dan Ryan Jovan Wijaya, finis di posisi ketiga dengan skor 445.
Main di Gunung Geulis sendiri jelas bukan tugas ringan. Kontur lapangan yang berbukit, angin yang tricky, dan posisi bola yang sering nggak ideal bikin setiap pukulan harus dipikirin matang. Ini bukan cuma soal teknik, tapi juga soal mental.

Team Champion Credit pic PGI
Menariknya, di balik persaingan sengit, ada momen yang cukup hangat di lapangan. Jennifer, Bianca, dan Lydia tetap menunjukkan sportivitas tinggi. Mereka saling support, bahkan sempat bertukar strategi di tengah kompetisi. Kompetitif, tapi tetap respect ini esensi olahraga yang sebenarnya.
Acara ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal PB PGI, Suharsono, yang menyampaikan apresiasi atas kualitas permainan para atlet. Menurutnya, regenerasi atlet golf Indonesia lagi berada di jalur yang tepat dan penuh potensi.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Panitia, Eddy Mangundap, yang memastikan seluruh jalannya turnamen berlangsung sesuai standar tinggi termasuk babak play-off putri yang jadi highlight utama.
Pihak Gunung Geulis Country Club juga mendapat banyak pujian berkat kondisi lapangan yang prima. Green yang menantang dan fairway yang rapi bikin kompetisi terasa fair dan benar-benar menguji kemampuan para pemain selama tiga hari penuh.


Runner-up upTeam Champion Credit pic PGI
Dengan berakhirnya turnamen ini, Kejurnas Golf Amatir 2026 resmi menutup cerita penuh drama, rekor, dan lahirnya bintang baru. Selamat untuk para juara dan untuk yang belum, perjalanan masih panjang.
Sampai ketemu di turnamen berikutnya. Tetap latihan, tetap kompetitif, dan jangan lupa: respect the game.