Tiga hari penuh adu pukulan, kejar-kejaran skor, dan pastinya drama di leaderboard akhirnya selesai. The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 di Gunung Geulis Country Club resmi menemukan para juaranya.
Kalau di nomor beregu ada duet Thailand-Indonesia yang sukses menjaga posisi puncak, di kategori individual justru ada drama seru sampai hole-hole terakhir sebelum trofi akhirnya terbang ke China.
Singkatnya? Golf di Gunung Geulis akhir pekan ini nggak kalem-kalem amat.
Duet Beda Negara, Tapi Chemistry-nya Nyambung Banget
Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore tampil solid di nomor beregu Pro-Am. Duet ini berhasil mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen hingga putaran terakhir dengan total skor 180.
Mereka unggul tipis, cuma satu pukulan, dari pasangan Gabriele De Barba dari Italia dan Andree Harahap yang finis dengan skor 181.
Tipis banget? Jelas.
Salah sedikit, bisa langsung tukar posisi.
Suyasri dan Luke sendiri memang terlihat menemukan chemistry yang pas selama tiga hari bermain. Bukan cuma soal pukulan bagus, tapi juga bagaimana keduanya saling melengkapi di lapangan.
“Luke adalah pemain yang luar biasa. Dia sangat memahami kondisi lapangan Gunung Geulis. Kami menjadi tim yang sangat baik dan menjalani tiga hari yang sangat menyenangkan,” kata Suyasri.
Dan hasilnya pun nggak main-main. Dengan skor per ronde 61, 58, dan 61, duet ini sukses mengamankan gelar juara kategori beregu.
Bisa dibilang, kombinasi pemain profesional dan amateur ini membuktikan kalau di format Pro-Am, chemistry itu sama pentingnya dengan swing.

Luke Evan Moore dan Parathakorn Suyasri dari Thailand Credit pic @golfdalamkamera
Pro-Am: Ketika Pro dan Amateur Bisa Satu Tim
Salah satu hal yang bikin The Indonesia Pro-Am punya vibe berbeda adalah formatnya.
Bukan cuma para pegolf profesional yang bertarung di leaderboard, tapi ada juga kategori beregu yang mempertemukan pemain pro dan amateur dalam satu tim.
Format ini ternyata cukup bikin turnamen punya warna tersendiri.
Michael Wanandi, President Director Combiphar, menjelaskan bahwa format Pro-Am mulai diterapkan pada 2023 setelah sebelumnya Gunung Geulis menjadi tuan rumah turnamen Asian Development Tour sejak 2016.
Ide sederhananya: bikin kompetisi golf yang tetap serius, tapi dengan pengalaman yang lebih seru dan berbeda.
Dan ternyata konsep ini mendapat respons positif dari para pegolf amateur.
Buat pemain amateur, kesempatan satu tim dengan pegolf profesional jelas bukan pengalaman yang datang setiap minggu. Bisa ngobrol strategi, melihat langsung bagaimana pemain pro membaca lapangan, sampai merasakan tekanan kompetisi internasional dari jarak dekat.
Lumayan banget buat bahan cerita di clubhouse.

Michael Wanandi, President Director Combiphar, Credit pic @golfdalamkamera
Ini namanya Naik Level !!
Turnamen ini juga menjadi salah satu panggung penting buat pegolf Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka saat berhadapan dengan pemain-pemain internasional.
Agung Budiman, President Director Gunung Geulis Country Club, melihat ajang ini sebagai salah satu platform untuk terus mengembangkan permainan golf di Indonesia.
Tahun ini, beberapa nama Indonesia seperti Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto berhasil bersaing hingga putaran akhir.
Khusus Kevin, performanya cukup mencuri perhatian.
Pegolf Indonesia ini menyelesaikan turnamen dengan total 11-under par dan finis di posisi T6, berbagi tempat dengan Roberto Lebrija dari Meksiko.
Buat Kevin, hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaiknya setelah sebelumnya sukses menjadi juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura pada 2023.
Artinya, persaingan di golf Indonesia makin menarik.
Para pemain lokal bukan cuma datang buat meramaikan leaderboard, tapi mulai menunjukkan bahwa mereka bisa ikut ngasih tekanan kepada para pemain internasional.



Kevin C Akbar, Peter Gunawan dan Amadeus Susanto Credit pic @golfdalamkamera
Sempat Bogey, Andi Xu Malah Gaspol di Akhir
Kalau kategori beregu dimenangkan oleh duet Suyasri dan Luke, kategori individual punya cerita yang nggak kalah seru.
Andi Xu dari China akhirnya keluar sebagai juara setelah menutup tiga putaran dengan total skor 195 atau 18-under par.
Tapi perjalanan menuju trofi nggak berlangsung mulus-mulus aja.
Xu sempat membuat bogey di hole 14. Di momen seperti itu, tekanan biasanya mulai terasa. Apalagi persaingan di papan atas lagi ketat dan Darcy Brereton dari Australia terus membayangi.
Tapi Xu nggak panik.
Masuk ke hole 15, dia langsung membalas dengan birdie.
Setelah itu? Gas.
Xu menutup permainan dengan tiga birdie di tiga hole terakhir untuk memastikan kemenangan pertamanya di level profesional.
Yes, tiga hole terakhir. Tiga birdie.
Clutch banget.
Xu mengaku baru benar-benar melihat posisi skornya ketika memasuki hole 15. Saat itu, dia sadar persaingan dengan Darcy Brereton sangat ketat.
Alih-alih sibuk mikirin angka di leaderboard, Xu mencoba fokus pada satu hal: melakukan pukulan terbaik.
Dan pendekatan itu berhasil.
Satu per satu putt masuk, birdie datang, dan trofi akhirnya jadi milik pegolf berusia 24 tahun tersebut.


Andi Xu (Chi) & Darcy Brereton (AUS) vredit pic @golfdalamkamera
Trofi Pertama yang Pastinya Susah Dilupain
Kemenangan di Gunung Geulis punya arti spesial buat Andi Xu.
Ini adalah musim pertamanya berkompetisi di Asian Tour dan Asian Development Tour setelah menyelesaikan masa kuliahnya pada 2024.
Sebelum tiba di Indonesia, Xu belum pernah merasakan kemenangan di turnamen profesional.
Jadi ketika putt-putt terakhirnya masuk dan kemenangan akhirnya terkunci, wajar kalau momen tersebut terasa emosional.
Kemenangan ini bukan cuma soal membawa pulang trofi.
Ini juga menjadi bukti bahwa perjalanan Xu di dunia golf profesional baru saja masuk ke babak yang lebih serius.
Dan tentu saja, kemenangan di Indonesia bisa menjadi modal penting buat langkah berikutnya di tur Asia.





Andi XU Credit pic @golfdalamkamera
Hasil Akhir Singkat
Kategori Individual
- Andi Xu (China) — 195 (-18)
- Darcy Brereton (Australia) — 196 (-17)
- Minhyeok Yang (Korea Selatan) — 198 (-15)
T6. Kevin C. Akbar (Indonesia) — 202 (-11)
Kategori Beregu Pro-Am
- Parathakorn Suyasri (Thailand)/Luke Evan Moore — 180
- Gabriele De Barba (Italia)/Andree Harahap — 181
- Kosuke Hamamoto (Thailand)/Alwin Ciputra — 182